Bidadariku

Cerita singkat mengenai Bidadariku,,


9 Maret 2019 merupakan hari sangat mambahagiakan buatku karena di hari ini aku dipinang oleh kekasihku yang telah menemani perjalananku selama 8 tahun lebih.....
Melalui beberapa rintangan, mulai dari orang tua yang awalnya tidak menyetujui ku, sampai dengan si dia yang berhasil untuk melukuhkan hati kedua orang tuaku....
semenjak menikah aku bertekad untuk tidak memiliki buah hati terlebih dahulu,,,
karena menurutku usia ku yang masih tergolong muda yaitu umur 23 tahun dan aku belum siap untuk memiliki momongan... Akhirnya akupun memilih untuk memakai KB,,,

Sebulan berjalan ada saja yang menanyaiku "Apakah sudah ada isinya" dan akupun menjawab "belum, karena saya memakai KB"..
dan banyak orang pun yang menyayangkan hal ini, karena kalau awal menikah jangan menggunakan KB karena takutnya rahimnya kering....
tiga bulan berjalan.. aku pun menghentikan penggunaan KB tersebut, dan akupun memilih untuk tidak menggunakan KB,,,, bulan ke enam setelah kita menikah akupun merasa ada yang ganjel, karena aku tidak datang bulan dan telah selama 4 hari,,, perasaan gelisahpun datang,, karena aku masih belum mau punya anak....

Saat telat di hari ke 7, akupun memutuskan untuk membeli TP, dan ku lihat hasilnya ada garis dua... dan itu menandakan bahwa katanya hamil dan langsung periksa ke bidan dan ternyata memang hamil,
Perasaan sangat gelisah dan takut pun datang... karena memang bener-bener belum siap....
tapi setelah ku jalani dengan ikhlas akupun mulai menerimanya....
hamil di bulan ketiga,, bidan menyarankan untuk cek lab ke puskesmas, karena di jaman sekarang peraturan nya memang seperti itu,, hamil 3 bulan wajib cek lab...
aku pun cek lab diantar oleh suamiku...
dan waktu melakukan cek lab, ternyata bidannya bilang "mbaknya rencana lahiran dimana?" dan akupun bilang" masih belum tau bu, kenapa?"
bidannya bilang "mbaknya setelah di cek, ternyata HbsAg nya reaktif, atau mbaknya ada virus hepatitis B, dan kalau lahiran harus di rumah sakit (yang udah ditunjuk oleh puskesmasnya) karena bayinya pada saat lahir harus di vaksin agar tidak tertular"
tanpa panjang lebar akupun menuruti semua yang dikatakan oleh bidan tersebut, dan setiap bulan aku kontrol ke rumah sakit yang udah ditunjuk oleh puskesmas itu...

Bulan kedelapan aku sudah lelah untuk kontrol ke rumah sakit karena antrian yang sangat puanjang, dan mengganggu pekerjaanku karena harus sering-sering ijin. akhirnya aku memutuskan untuk kontrol ke dokter yang di kota ku terkenal bagus...
sampai bulan kesembilan lebih,, aku masih kontrol ke dokter tersebut...
karena di USG kehamilanku sudah melewati masa HPL, akhirnya akupun dirujuk ke RS untuk melakukan cek jantung bayinya, (lagi-lagi aku menuruti semua perintah dokter)
keesokan harinya aku diantar suami untuk melakukan rekam jantung bayi,,, pikirku karena suami harus bekerja aku pun menyuruhnya untuk meninggalkanku dan lanjut bekerja, nanti pulang aku akan naik gojek...

setelah menunggu hasil rekam jantung, akupun di panggil untuk masuk ruangan..
bidannya bilang "mbaknya, kesini sama siapa?"
saya bilang "saya sendirian, kenapa"
"mbaknya setelah di rekam jantung ternyata hasilnya kurang bagus, dan karena mbaknya ini sudah melewati HPL, mbaknya harus dirawat inap disini" ujar bidannya.
aku pun kaget dan aku disuruh untuk menelpon keluarga kalau aku akan di rawat inap...
aku menghubungi suami akan tetapi suami tak bisa dihubungi, akhirnya aku menghubungi teman suami melalui IG, dan aku menghubungi orang tua tapi nunggu lama karena jarak rumah dan rumah sakit sangat jauh...
aku pun dipanggil lagi "mbaknya mau ngurusin kamar nya sendiri, apa nunggu keluarnya datang"
aku pun memutuskan untuk mengurus semua nya sendiri.. setelah aku mengurusnya keluargaku pun datang, dan aku langsung di bawa ke ruang bersalin...

nah disipun terjadi kisah itu....

Hari pertama masuk ruang bersalin,, karena aku tidak merasakan sakit apapun, akhirnya aku di drip dengan menggunakan pil yang dimasukkan melalui miss v, rasanya sangat suakit,,, 6 jam aku merasakan sakit itu, tapi tidak ada pembukaan sama sekali akhirnya di drip lagi, sampai habis 4 pil untuk drip tapi hanya pembukaan 2. sampai 3 hari aku di rumah sakit aku pembukaan tetep 2.. selama di ruang bersalin aku tidak diperbolehkan ditemani oleh keluargaku, aku hanya komunikasi melalui Hp, dan kalau ingin ketemu paling tidak hanya 10 menit tapi diantar diruang bertemu.

karena sampai 3 hari aku hanya pembukaan 2, akhirnya dokter menyarankan untuk di drip melalui infus.. tapi karena aku sudah tidak kuat dengan rasa sakit itu, aku meminta suami untuk bilang ke dokter agar aku di operasi saja, tapi dokter bersikeras agar aku persalinan normal, dan dengan beberapa alasan sampai aku dibujuk oleh bidan yang disana akhirnya aku pun mau untuk di drip melalui infus, sampai infus untuk kedua aku benar-benar tidak kuat karena meskipun sudah di infus dua kali pembukaan masih tetap 3.

Dokter masih saja tidak mau mendengar keluhan pasiennya, akhirnya bidan yang tadi membujukku tidak menghendaki kalau aku akan di drip lagi, akhirnya dokter mau untuk melakukan operasi...

Jumat, 24 Mei 2019 Jam 12.45 proses operasipun dilaksanakan,,, memang tidak terasa apa" karena memang di bius total,, akupun dengan sangat lega akhirnya bidadari ku turun ke bumi, lahir dengan selamat dan normal,,,
setelah 30 menit operasi selesai akupun dikembalikan ke tempat bersalin (ku kira sudah bisa ditemani keluarga , eh ternyata tetap tidak boleh ditemani oleh keluargaku),,,

ya seperti orang awam ketahui, kalau sudah dioperasi tidak boleh makan dan minum sampai kita orang bisa kentut.. tapi yang ku rasakan tidak bisa kentut sama sekali sampai keesokan harinya, dan aku pun selama 24 jam tidak makan dan minum (dapat dibayangkan gimana keringnya tenggorokan ini) huhuhu....
akhirnya setelah dokter memeriksa dan bertanya apakah sudah kentut dan akupun bilang belum (akhirnya sama dokter dikasih obat drip lagi agar aku bisa kentut),,,, bodohnya aku,, harusnya bilang sudah huhuhuh.... tpi ya gimana lagi namanya juga masih awal jadi apa-apa ya nuruti apa yang dikatakan dokter....

saat itu juga aku diperbolehkan pindah ke ruang nifas dan aku lega karena bisa ketemu keluarga dan ditemani. tapi sayangnya aku masih belum bisa ketemu buah hatiku, karena (biasalah habis operasi harus belajar duduk dan jalan ke kamar mandi dulu)...
tak sampai disini, jam 4 sore jahitan ku mulai kerasa sakit (akibat dari obat drip itu), suami minta obat ke bidan katanya disuruh minum jam 9 mlam (bisa dibayangkan dong sakitnya jam 4 tapi obatnya diminum jam 9... hmmmm gemes...
sampai sanak sodara datang rasa sakitku tak kunjung hilang (yaiyalah biasanya disuntik biar gak kerasa sakit lha ini gak) hmmmmmm
akhirnya suami marah ke bidannya karena mengabaikan ku, dan setelah dimarahi baru deh diambilkan suntikan itu,,, (hmmm masak iya pelayanannnya nunggu di marahin dulu)...
setelah disuntik rasa sakit itu baru bener-bener hilang... dan aku belajar berjalan untk menemuhi buah hatiku yang jauh di sana (karena tempat ku dan dia lumayan jauh kalo dibuat jalan orang yang baru operasi)....

akhirnya setelah ketemu, keesokan harinya bayiku bisa dipindah ke ruanganku dan aku sangat senang sekali bisa ketemu dengan dia yang sangat cantik.... bayi itu ku beri Nama "Nusaibah Ramadhani Putri"
Nama "Nusaibah" diambil dari meniru nama bayinya Habib yang kebetulan lahirnya barengan dengan bayinya, (yaa semoga mendapatkan barokahnya)
Genap Seminggu aku pun baru diperbolehkan pulang dengan membawa bayiku ,,, Rasa syukur kepada Allah SWT karena aku bisa melewati masa-masa yang tidak pernah aku lupakan.....
Semoga menjadi keluarga yang barokah dunia dan akhirat ,,, Aamiin

Komentar